ADSENSE HERE!
Pesawat N219 Karya Anak Bangsa Terbang Perdana Akhir Tahun IniPesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero) siap untuk terbang perdana akhir tahun ini, PTDI tengah menyelesaikan proses sertifikasi beberapa komponen yang digunakan di pesawat karya anak bangsa itu.
Direktur Utama PTDI Budi Santoso menjelaskan, sertifikasi sebenarnya sudah dimiliki seluruh komponen yang digunakan, hanya saja proses administrasinya yang sampai saat ini belum selesai.
Budi mengaku, pesawat dengan tipe mesin turboprop ganda ini menggunakan teknologi dan mesin yang digunakan di beberapa jenis pesawat yang sudah ada. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah proses produksi dan perawatannya.
"Seperti engine-nya kita gunakan seperti pesawat Susi Air tapi lebih besar, avioniknya juga sama. Ini gunanya supaya biaya pengembangan murah dan suku cadang banyak. Tak hanya itu, sertifikasi juga lebih mudah karena yang lain kan sudah dapat setifikat," kata Budi
Rumitnya proses administrasi sertifikasi ini dikarenkan vendor-vendor yang ada lebih banyak di luar negeri sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang. Salah satu komponen yang proses administrasinya belum selesai yaitu kabel konektor.
Selain prosesnya yang panjang, biaya sertifikasi cukup mahal. Budi mencontohkan kabel konektor. Meski harganya US$ 5 - US$ 10, namun biaya sertifikasinya mencapai ribuan dolar Amerika Serikat (AS).
Meski begitu, managemen PTDI saat ini tengah berupaya mempercepat proses itu agar pesawat N219 bisa segera terbang perdana akhir tahun ini.
"Kita harapkan akhir tahun ini kita bisa terbang perdana. Sekarang kita juga sedang siapkan crew-nya, mulai dari pilot itu sendiri. Untuk pilot, kita sudah sekolahkan hingga ke kanada," tegas Budi.
Setelah terbang perdana, untuk menjadikan N219 layak dikomersilkan, Budi mengaku masih ada proses uji coba yang harus dilewati. "Masih butuh waktu tes 1-2 tahun lagi sebelum dapat sertifikasi komersialnya," pungkas Budi.
ADSENSE HERE!


No comments:
Post a Comment